silahkan datang ke lokasi, lihat peta

Minggu, 14 Maret 2010

MENGENAL BAHAN AFDRUK CETAK SABLON

A. Bahan Afdruk (Peka Cahaya)
d. ULANO
Bahan peka cahaya Ulano adalah obat afdruk dalam bentuk pasta
yang siap pakai. Bahan peka cahaya Ulano dibuat khusus untuk
melapisi screen dengan daya tahan tinggi terhadap pengaruh
gesekan rakel, cuaca dan bahan pencampur tinta baik minyak
maupun air.
Berdasarkan penggunaannya, bahan peka cahaya Ulano dibagi
menjadi dua bagian yaitu:

1.1. Basis minyak yaitu : Ulano 133
Bahan ini merupakan obat afdruk siap pakai dan berwarna
kuning, memiliki daya tahan yang sangat kuat dan tidak
mudah terkikis oleh bahan cat atau tinta yang
campurannya mempergunakan bahan minyak seperti M3,
M4 Terpin, Bensin maupun minyak tanah.
1.2. Ulano TZ – TZD
Seperti halnya ulano 133, ulano TZ juga merupakan bahan
afdruk yang paling baik dibandingkan dengan bahan peka
cahaya sejenis dan khusus dipergunakan untuk melapisi
screen basis air memiliki daya tahan yang kuat serta tidak
mudah terkikis oleh bahan cat/tinta berbasis air seperti
tekstil color, pigmen, printing paste dan semua bahan
cetak yang mengandung air.
Ulano TZ dibuat khusus untuk screen dengan mencetak
kaos sprei, spanduk, batik dan jenis bahan lainnya. Untuk
menghasilkan gambar raster halus sampai kepadatan 80%
dapat dihasilkan dengan baik tanpa bahan khusus.
e. BAHAN PEKA SUPERXOL
Bahan peka superxol juga adalah bahan yang siap pakai karena
tidak memerlukan air panas lagi untuk mengencerkan tatapi
cukup dicampur dengan bahan sensistizer (cairan yang membuat
emulsi menjadi peka terhadap sinar utra violet). Dijual dalam
botol ukuran ¼ kg dan terdiri dari dua bagian yaitu Emulsion dan
sensitizer. Bahan ini dikeluarkan dalam dua fungsi yaitu:

1. Bahan Peka Cahaya SUPERXOL 188
Merupakan bahan peka cahaya yang sangat efisien berbentuk
pasta dan siap pakai. Bahan ini sangat baik digunakan untuk
mencetak dengan tinta basis minyak, dibuat khusus untuk
melapisi screen nomer T 120 – T 200 / 200 S.
2. Superxol TX
Merupakan bahan peka cahaya khusus dibuat untuk melapisi
screen untuk cetak TEXTILE SCREEN EMULSION dengan
nomor screen T90 – T32.
f. DIEMA
Bahan peka cahaya diema dibuat khusus untuk melapisi
permukaan screen basis minyak dan basis air dengan kualitas
yang tidak berbeda jauh dari ulano atau superxol.
Sebagaimana bahan peka cahaya bentuk pasta yang lainnya
diema juga melengkapi dengan diema basis minyak dan diema
tekstile yang keduanya mempunyai kemampuan cetak tinggi
apabila digunakan pada alat screen yang sesuai fungsinya. Bahan
ini terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Diema basis minyak
1. Diema Textile
g. DIASOL
Bahan peka cahaya ini tidak berbeda jauh dengan bahan peka
pasta lainnya terdiri dari 1 (satu) bagian campuran yaitu
campuran antara:
1 Polyninge Alcohol (berbentuk bubuk putih halus) OZ, air 10 –
11 OZ.

2 Potassin Bichromate atau Amninocan Bichromate ¼ OZ.
BAHAN PENGHAPUS OBAT AFDRUK ( PEKA CAHAYA)
Fungsi obat (bahan) penghapus ialah untuk menghilangkan gambar –
gambar yang terdapat pada screen. Tujuannya ialah untuk menetralkan
kembali tabir screen seperti keadaan semula.
Macam obat penghapus:
a) Soda Api
b) Pregant Paste
c) Sodium Hypocloride
d) Sodium Hypochloride.
a) SODA API
Bentuk soda api ada yang berbentuk buti – butir kristal keping – keping
ada pula yang berbentuk batu. Gunanya untuk membersihkan /
menghapus bekas–bekas gambar pada screen (alat cetak) agar screen
dapat digunakan kembali. Daya hapus sangat kuat, dapat
menghilangkan bekas–bekas cat terutama cat–cat yang yang telah
mengering di permukaan tabir screen.
Bahan ini mudah bereaksi dengan logam atau sejinisnya.
Cara mengolah
1 10 gr soda api + 40 cc air.
2 Campuran tersebut diolah dalam mangkuk plastik.
3 Larutan benar–benar hingga keping–keping soda hilang.
4 Gunakan sendok plastik untuk mengolah.
5 Campuran (larutan) ini disimpan pada tempat yang aman

b) PREGANT PASTE
Bentuk bahan pasta berwarna kuning gading.
Pregnant paste berfungssi sebagai larutan penghapus, berdaya hapus
tinggi. Pregnant paste mampu menghilangkan bekas–bekas cat /noda –
noda yang ditinggalkan oleh lapisan dhromatine maupun chrom
gelatine. Noda–noda atau bekas–bekas gambar yang tidak hilang oleh
larutan soda api, dapat dihilangkan dengan menggunakan pregnant
paste.
Cara menggunakan:
a. Tempatkan sebagian pregant paste dalam mangkuk plastik dengan
ukuran: Pregant paste + air = 1 : 1 (sendok).
b. Gunakan batang kayu yang ujungnya dibalut kain (kapas). Dengan
alat ini paste diolaskan pada pemukaan screen. Lakukan pemolesan
dengan merata luar dan dalam.
c. Jika hanya terdapat beberapa bagian noda – noda pada screen,
maka pada bagian tersebut saja yang dioleskan.
d. Screen didiamkan selama + 30 menit (lebih lama lebih baik). Tujuan
agar larutan pregnant dapat meresap dengan baik.
e. Screen dibersihkan (dicuci) dengan air sampai bersih. Pencucian
dapat dibantu dengan air panas.
f. Gunakan kertas untuk menggosok pada bagian luar dan dalam saling
menekan. Cara ini sangat baik, dapat merontokkan bagian yang
masih kotor.
c) REDUCER P.V.C.
Reducer PVC merupakan minyak penyampur tinta–tinta PVC yang
memiliki ciri khusus cepat mengering dalam segala situasi. Dengan
Modul GRA:CTK:009 33
adanya kenyataan ini, maka Reducer PVC hanya digunakan sebagai
bahan pembantu menghapus.
Sebagai contoh:
Ketika membersihkan screen (bekas cetak PVC), terdapat bagian –
bagian tertinggal oleh lapisan tinta PVC.
Cara menggunakan:
1. Gunakan kapas, celupkan pada larutan reducer.
2. Poleskan pada bagian luar dan dalam (daerah bergambar).
3. Diamkan 5 menit sampai minyak bereaksi
4. Ulangi langkah tersebut dari bagian luar dan dalam.
Selanjutnya bersihkan bekas–bekas larutan dengan kapas kering
(kertas bekas) dari bagian luar dan dalam saling menekan.
Lakukan berulang kali sampai bekas – bekas cat hilang.

d) SODIUM HYPOCHLORIDE
Merupakan cairan berwarna bening (bukan jenis minyak). Gunanya
untuk menghapus bekas–bekas gambar yang ditinggalkan oleh
pembangkit Super Emulsion 5. Screen sheet (berbentuk gambar) yang
diproses oleh super Emulsion 5 tidak bisa dihilangkan oleh soda api
maupun pregant paste. Bahan yang tepat sebagai penghapus ialah
sodium hypochloride (hasil ramuan soda api dengan kaporit).
Cara menggunakan:
1 Gunakan kayu yang ujungnya dibalut kain, selanjutnya poleskan
larutan sodium pada permukaan screen luar dan dalam.
2 Diamkan selama 15 menit (lebih).
3 Gunakan kertas bekas, gosokan pada bagian bergambar luar dan
dalam.
4 Lakukan langkah ini berulang kali hingga bersih.

2. BAHAN PENGUAT (Pelindung lapisan screen)
Yang dimaksud dengan bahan penguat ialah cairan yang berfungsi sebagai
pelindung lapisan obat afdruk pada screen (dalam hal ini screen sheet).
Dengan dibubuhinya obat penguat maka lapisan chrom tidak mudah aus
oleh gesekan rakel (tidak mudah terpengaruh oleh sentuhan cat kain).
Misalnya, sebuah gambar yang telah dijadikan screen sheet berdasarkan
pengafdrukan, menjadi lebih kuat setelah diberi lapisan oleh bahan
penguat. Dengan demikian maka ketahanan screen sheet terjamin dan
mampu mencetak dalam jumlah banyak.
Jenis bahan penguat ada beberapa macam, namun tidak seluruhnya sama
kekuatannya. Penguat yang umum digunakan sehubungan dengan
kebutuhan sablon ialah:
1. Vernis Sintetis
2. Screen Lack
3. Retusir Lack
4. Ulano 6 (Screen Filter)
5. Ulano 5/Catalist
6. Harte Mittel T.

BAHAN TERCETAK
Bahan – bahan tercetak yang dimaksud dalam hal ini adalah semua bahan
atau benda yang dapat dicetak menggunakan teknik cetak sablon/Saring.

Bahan Cetak Basis Air
Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan
cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer
tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah

semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain
famatex, kain drill, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis
kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton
Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain.
Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen
printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau
dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik
tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak
sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan
warna dari bahan yang akan diproduksi.

MENGENAL TINTA CETAK SABLON ( SARING )

Tinta Basis Air
Tinta basis air adalah semua tinta yang digunakan untuk menyablon
bahan tekstil dan bahan kaos. Pada umumnya semua tinta untuk tekstil
dan kaos dapat dipergunakan dalam pencetakan (penyablonan), hanya
pelekatnya dalam serat berbeda. Oleh karena pemilihan tinta juga
harus disesuaikan dengan sifat bahan yang akan dicetak (disablon).
Dengan demikian tinta (pasta) yang digunakan didasarkan pada jenis
kain (bahan cetak). Di samping jenis tekstil juga harus memperhatikan
warna dasar dari kain (bahan cetak) sehingga efek hasil pencetakan
pada bahan nampak jelas. Adapun tinta-tinta yang dimaksud adalah:
1 Tinta dasar terang adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain
(bahan cetak) yang berwarna terang (muda), yaitu tinta merk Sandy
Super Color. Tinta ini berupa pasta putih yang dijual dalam kilogram
dengan wadah kalengan, Plastik, atau tong plastik. Bentuk pasta
kental, tidak mengeras pada kain, daya resap baik, dan tidak luntur.
2 Tinta dasar gelap adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain
warna gelap, yaitu tinta karet, dengan tambahan perbandingan
tertentu dapat menempel baik di atas permukaan bahan cetak
(kain). Bentuk berupa pasta, agak mengeras pada kain, daya
lengket kuat, tidak luntur, tetapi tidak tahan panas gosokkan
seterika (mudah rontok).

PEDOMAN MENGAFDRUK (Pemindahan gambar ke dalam screen)
Pemindahan gambar pada permukaan screen adalah sama, meskipun sumber
cahaya yang dipergunakan berbeda. Demikian pula penggunaan obat afdruk
untuk berbagai macam kebutuhan adalah sama walaupun rumusan
pembuatannya berbeda. Berikut adalah proses pengafdrukan di kamar gelap:
1. Pengolahan obat afdruk (kamar gelap)
Gelatine bichromat 1 sendok + air panas 4 sendok dilarutkan. Jika obat
tersebut belum larut (masih terdapat butir–butir) maka sebaiknya
dipanaskan hingga butir–butir hilang, yang disebut kamar gelap ialah
ruangan yang tidak langsung mendapat sinar. Terangnya ruangan
karena sinar lampu tidak mempunyai pengaruh terhadap larutan chrom.
Ruan gelap dalam proses tidak sama pekat dengan ruang gelap
kebutuhan photografi sinar langsung.
2. Penyemiran/Pemolesan Obat Afdrukt (dalam kamar gelap)
Pemolesan/penyemiran bahan peka cahaya (obat afdruk) pada
permukaan screen dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai
berikut:
a. Pemolesan dengan penggaris siku dapat menghasilkan lapisan
chrom merata serta tebal lapisan cukup baik. Cara ini tidak
menimbulkan busa pada lapisan chrom.
b. Pemolesan dengan menggunakan kwas menghasilkan lapisan yang
tebal–tipis tidak merata dan tidak halus, serta agak berbusa karena
diakibatkan oleh serabut kwas, tetapi cukup baik pada hasil
pengafdrukan.
c. Pemolesan dengan menggunakan Rakel, seperti halnya penggaris
siku, rakel juga dapat berfungsi sebagai alat pemoles bahan peka
cahaya (obat afdruk) dengan hasil yang cukup merata dan baik.

d. Pemolesan dengan menggunakan Central Coater, alat ini memang
dibuat khsusus untuk dipergunakan sebagai alat pemoles bahan
peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen. Terbuat dari
bahan stenlesstil yang dilapisi bahan monyl sehingga tidak mudah
berkarat dan tidak merusak anyaman kain screen. Berbentuk
menyerupai dusgrip (tempat pensil) yang salah sisi panjang di buat
agak miring, guna memudahkan proses pelapisan.
3. Pengeringan (dalam kamar gelap)
Pengeringan screen yang telah selesai dilapisi oleh bahan peka cahaya
dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a. Pengeringan dengan cara menggunakan kompor.
Pengeringan dengan cara ini, yaitu dengan jalan dipanaskan atau
digarangkan di atas permukanaan kompor yang terlebih dahulu
ditutupi dengan selembar/sepotong seng sebagai pengaman agar api
tidak mengenai langsung permukaan screen. Jarak antara kompor
dengan screen sekitar ± 50 cm, serta dilakukan gerakan secara
teratur. Pengeringan dengan kompor sangat berbahaya.
b. Pengeringan dengan menggunakan Hair Dryer/Kipas angin
Pengeringan dengan cara ini pada prinsipnya sama dengan kompor,
hanya saja pelaksanaannya lebih mudah.
c. Pengeringan dengan open
Pengeringan dengan cara ini hanya dapat dilakukan dengan
menggunakan mesin kontak screen, yang dibuat khusus. Hasilnya
lebih cepat dan hasil pengeringannya dapat merata luar dan dalam.

4. Penempatan Film/Model
Penempatan film atau model adalah menempatkan film di atas
permukaan screen sesuai dengan posisi cetak yang diinginkan.
Penempatan film pada screen sebaiknya direkatkan dengan isolatip
bening pada sisi yang berlawanan untuk menghindari terjadinya
pergeseran possisi film selama pengontakan. Pemasangan film pada
permukaan screen disesuaikan dengan bagian mana bahan akan dicetak
(bisa terbaca atau tidak terbaca) dari posisi kita. Di atas film
ditempatkan kaca bening setebal lebih kurang 5 mm, dan di bawah
screen ditempatkan pula bantalan pengalas.
5. Pengafdrukan (Penyinaran)
Proses pengafdrukan untuk menghasilkan acuan cetak sablon pada
permukaan screen adalah sama meskipun bahan dan alat yang
dipergunakan berbeda. Adapun proses pengafdrukan itu sendiri dapat
dilakukan dalam cara, yaitu:
a. Penyinaran Dengan Sinar Matahari
Penyinaran dengan menggunakan sinar matahari adalah penyinaran
yang paling ekonomis dan lebih cepat, karena sinar yang dibutuhkan
yaitu, sinar ultra violet spenuhnya terdapat pada sinar matahari.
Kelemahan dari penyinaran ini, apabila terjadi kelebihan sinar hasil
afdrukan agak sulit dikembangkan (dibuka), sebaliknya apabila
kekurangan sinar mudah rontok.
b. Penyinaran Dengan Lampu Meja Kontak atau Mesin Kontak
Penyinaran dengan lampu memerlukan biaya tambahan atau kurang
ekonomis. Kelebihan dari penyinaran sistem ini waktu lebih mudah di
atur, sehingga terjadinya kelebihan sinar dapat dihindari dan tidak
memerlukan perpindahan tempat yang jauh untuk melakukan
pengontakan seperti halnya pengontakan dengan sinar matahari.

6. Mencuci (membangkitkan gambar)
Pelaksanaan mencuci untuk menimbulkan gambar dilakukan dalam
kamar gelap (situasi tidak langsung menerima sinar). Gambar yang
membekas dalam screen dicuci untuk ditimbulkan gambarnya (gunakan
air dingin). Jika dibalik screen sudah tampak tanda–tanda menembus air
melalui bagian bergambar, berartii hasil penyinaran (afdruk) baik.
Sampai pada tahap ini pengaruh kepekaan obat pembangkit sudah tidak
berpengaruh lagi, screen dapat dicuci dengan bebas tanpa perlu
membatasi sentuhan sinar. Lapisan chrom pada bagian bergambar yang
telah bereaksi dengan air, tidak mempunyai pengaruh kepekaan
terhadap sinar.
a. Setelah penyinaran, screen dicuci dengan air dingin. Jika terdapat
begian gambar yang tidak tertembus air, maka perlu denga air
panas. Pamanfaatan air panas dalam hal ini ialah untuk
melemahkan lapisan yang tidak larut oleh sentuhan air dingin.
b. Tabir screen dikeringkan dengan kain (kertas serap). Penyerapan
tabir tidak boleh digerak–gerakkan. Cukup hanya ditekan–tekan
sampai bekas–bekas air terserap seluruhnya. Gerakan–gerakan
kain diatas tebir (screen) dapat merusak lapisan chrom.
Screen dikeringkan (disinarkan pada matahari). Usahakan
penyinaran tidak berlebihan.
7. Tursir (penyempurnaan)
Mentursir dilaksanakan dalam kamar gelap. Hasil pengolahan dalam
langkah menimbulkan gambar mungkin saja dapat terjadi kerusakan –
kerusakan kecil.
Seperti terdapatnya lubang–lubang kecil sebagai akibat gesekan–
gesekan pada tabir. Untuk mengatasi hal ini maka diadakan perbaikan–
perbaikan seperlunya. Screen yang telah dikeringkan belum dapat

langsung digunakan mencetak. Keadaan lapisan chrom masih harus
diteliti untuk selanjutnya disempurnakan. Jika pada bagian gambar
terdapat lubang–lubang maka pada bagian tersebut dilakukan perbaikan
dengan membubuhi obat pembangkit. Kuwas kecil digunakan sebagai
alat melapisi chrom pada daerah berlubang. Lakukan pemolesan pada
daerah bergambar dengan hati–hati, jangan menyentuh bagian gambar.
Selanjutnya pada bagian diluar gambar, dipoleskan keseluruhan dengan
obat pembangkit (obat afdruk). Pada bagian tepi bingkai diberi lapisan
kertas semen atau kertas minyak (masih menggunakan obat afdruk).

SUMBER : MODUL RGA